Arti anggapan bahwa manusia adalah hewan yang berfikir
B. Indonesia
iwanrahma5605
Pertanyaan
Arti anggapan bahwa manusia adalah hewan yang berfikir
1 Jawaban
-
1. Jawaban shafakrn123
Kelas : X (1 SMA)
Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kategori : Teks Laporan Hasil Observasi
Kata Kunci : Manusia, Akal, Tulang Ekor, Tugas Bahasa Indonesia
Pertanyaan ini masuk ke dalam daftar yang terkait dengan tugas membaca teks berjudul ‘Makhluk di Bumi Ini’ (cuplikan teks bisa dilihat pada lampiran).
Pada teks tersebut, manusia digolongkan sebagai Hewan dan dimasukkan pada kelompok Vertebrata bertulang belakang.
Kemudian pada bagian tugas, muncul ungkapan “Manusia adalah binatang yang dapat berpikir.” Dengan dua pertanyaan yakni:
Apakah maksud ungkapan tersebut?
Mengapa ada tanggapan demikian?
Jawab:
MAKSUD UNGKAPAN tersebut adalah bahwa manusia secara fisik memiliki persamaan dengan binatang oleh sebab itu sains menggolongkannya sebagai binatang namun secara psikis manusia dilengkapi akal oleh sebab itu manusia berpikir sementara binatang lainnya tidak.
Ungkapan atau tanggapan “Manusia adalah binatang” muncul berdasarkan pada fakta sains. Manusia menurut sains adalah binatang, dalam teori evolusi yang dikemukakan Darwin pun menegaskan demikian meski menurut sejumlah pakar teori tersebut tidak lagi relevan. Namun fakta bahwa manusia memiliki tulang ekor layaknya hewan tidak bisa disanggah karena merupakan kebenaran empiris atau ilmiah.
Adalah Han Spemman, seorang ilmuan dari Jerman, mengemukakan fakta bahwa tulang ekor pada manusia pada hakekatnya adalah asal mula kehidupan manusia sama seperti tulang ekor pada binatang. Fakta empiris tersebut adalah satu dari sekian landasan bagi ilmuan untuk mengelompokkan manusia sebagai binatang atau hewan.
Mengapa ada tanggapan demikian? Ungkapan atau tanggapan “Manusia adalah binatang yang DAPAT BERPIKIR” lahir dari fakta bahwa manusia satu satunya makhluk yang dibekali dengan akal yang merupakan instrumen untuk berpikir. Dari akal ini kemudian lahir pengetahuan.
Jadi meskipun secara fisik manusia memiliki persamaan dengan binatang (dan bahkan digolongkan oleh sains sebagai binatang) namun keberadaan akal menjadikan ia binatang yang dapat berpikir.Pertanyaan Lainnya