Bahasa lain

Pertanyaan

Wangsulana pitakon-pitakon ing ngiaor iki!
A. Sapa kang nagnggit Serat Wulangreh
B. Apa tegese angucap meneng myang nendra, duga-duga aja kari?
C. Apa tegese nora wurung neniwasi?
D. Apa tegese degsura ndadulur tan wruh ing edur?
E. Apa tegese tinitik solah muna, lawan malih ing laku lawan linggih, iku panegeranipun?

1 Jawaban

  • Wulang Reh atau Serat Wulangreh adalah karya sastra berupa tembang macapat karya Sri Susuhunan Pakubuwana IV, Raja Surakarta, yang lahir pada 2 September 1768. Dia bertahta sejak 29 November 1788 hingga akhir hayatnya pada 1 Oktober 1820.

    Naskah Wulang Reh saat ini disimpan diMuseum Radya Pustaka di Surakarta

    Kata Wulang bersinonim dengan kata pituturmemiliki arti ajaran. Kata Reh berasal dari bahasa Jawa Kuno yang artinya jalan, aturan dan laku cara mencapai atau tuntutan. Wulang Reh dapat dimaknai ajaran untuk mencapai sesuatu. Sesuatu yang dimaksud dalam karya ini adalah laku menuju hidup harmoni atau sempurna. Untuk lebih jelasnya, berikut dikutipkan tembang yang memuat pengertian kata tersebut :

    Ngelmu iku kalakone kanthi laku, lekase lawan kas, tegese kas nyantosani, setya budya pangekese durangkaraartinya ilmu itu bisa dipahami/ dikuasai harus dengan cara, cara pencapaiannya dengan cara kas, artinya kas berusaha keras memperkokoh karakter, kokohnya budi (karakter) akan menjauhkan diri dari watak angkara.

    Berdasarkan makna tembang tersebut, laku adalah langkah atau cara mencapai karakter mulia bukan ilmu dalam arti ilmu pengetahuan semata, seperti yang banyak kita jumpai pada saat ini. Lembaga pendidikan lebih memfokuskan pengkajian ilmu pengetahuan dan mengesampingkan ajaran moral dan budipekerti.

    Salah satu keistimewaan karya ini adalah tidak banyak menggunakan bahasa jawaarkhaik (kuno) sehingga memudahkan pembaca dalam memahaminya. Walaupun demikian, ada hal-hal yang perlu dicermati karena karya tersebut merupakan sinkretismeIslam-Kejawen, atau tidak sepenuhnya merupakan ajaran Islam, sehingga akan menimbulkan perbedaan sudut pandang bagi pembaca yang berbeda ideologinya.

Pertanyaan Lainnya