B. Indonesia

Pertanyaan

cerita fantasi panjang yg berjudul"liburan misterius"
tolong jawab dengan panjang ya!!!
itu poin ny saya tambahin tpi harus jawab!!

1 Jawaban

  • Liburan Misterius

    Aku terbangun dari tidurku. Rasanya aku ingin tidur lagi. Tapi mimpi apa itu tadi ? Aku merasa seperti dikejar, diperhatikan. Aku tidak mengingatnya. Tapi, aku ingat rumah dalam mimpiku itu.

    Rumah itu cukup besar dan agak menyeramkan dengan cat putihnya. Aku terus memikirkan mimpi itu sambil berjalan ke kamar mandi. Sebaiknya kulupakan saja. Lagipula hari ini aku akan berlibur dengan teman temanku. Kami berenam.

    Oh ya, aku belum memperkenalkan diri. Namaku Icha, dan teman teman yang akan berlibur bersamaku adalah Kintan, Mey, Aul, Faiza dan Chayla. Cukup senang, karena aku tidak perlu diam dirumah seperti tahun kemarin. Aku hanya diam dirumah, menonton tv, makan, tidur, bangun, makan, tidur, bangun, menonton tv dan begitu seterusnya. Akhirnya aku bisa berlibur. Apalagi ini hanya bersama temanku.

    Kami sudah kelas tiga SMA, maka dari itu orangtua kami sudah membolehkan kami. Aku pun masuk ke kamar mandi dan mulai mandi.

    Kini aku sudah selesai berganti baju. Tiba tiba ada bunyi dari handphoneku. Itu dari grup kami berenam. Kintan mengirimkan gambar villa yang kami sewa. Aku mulai mendownload gambarnya. Sembari itu, aku menyiapkan hal lain untuk liburan ku. Kami akan menginap selama 3 hari 2 malam. Kami akan berjalan jalan disana. Tujuan kami ialah Bandung. Dan disana kami akan menuju tempat wisata hutan pohon pinus pada hari kedua.

    Kulihat handphoneku kembali, loadingnya sudah selesai. Kuperhatikan gambarnya. "Tunggu, ini kan..."

    Ucapanku terpotong oleh suara lain dari bawah, "Icha !! Ini Mey udah dateng, katanya mau berangkat bareng sama Mey, cepet turun !" kata ibuku. "Iyaaa" ucapku.

    Aku segera menuruni tangga, aku sudah tidak memikirkan villa itu lagi. Mungkin hanya kebetulan. Aku mulai berangkat bersama Mey ke sekolah. Kami berenam sudah janjian disekolah, karena tempatnya paling strategis. Kami kesana dengan mobil milik Kintan. Dia bisa mengendarai mobil, jadi kami tidak perlu menyuruh seseorang.

    Perjalanan kami dimulai, kami bermain bersama didalam mobil. Aku tidak yakin, apa mungkin orang diluar mendengar kami ? Tidak mungkin. Aku pun langsung ikut bernyanyi bersama mereka.

    Sudah hampir setengah perjalanan. Tiba tiba, Chayla berteriak. Kami cukup ketakutan. Ada apa dengan Chayla ? Kenapa dia ? Kulihat matanya menghadap pinggir jalan. Aku pun mengikuti arah matanya. Rasa merinding terasa disekujur tubuhku. Tiba tiba semua gelap.

    Aku bangun. Aku tidak ingat apa yang terjadi. Kulihat teman temanku mulai melihatku. Mereka memberi air minum padaku. Apa yang terjadi ?

    Beberapa jam perjalanan, akhirnya kami sampai. Aku turun dan melihat villanya. Aku merasa pernah melihatnya, tapi dimana ? "Aul, kok gua serasa pernah liat villanya ya ?" kataku pada Aul. "Ah itumah perasaan lu aja kali. Lagian kan tadi kita dikirimin gambarnya, lu liat disitu kali" kata Aul padaku.

    Mungkin itu memang benar. Aku tidak harus memikirkannya terus menerus. Ini tanggal 24 Desember, artinya kami akan pulang pada tanggal 26 Desember siang. Kami sudah membagi kamar kami. Di villa ini ada 3 kamar. Sehingga kita membaginya menjadi 2 orang setiap kamar.

    Malam sudah tiba, kami tidur dikamar masing masing. Aku tidur bersama Fauzi. Aku sudah siap untuk tidur. Aku mulai memejamkan mataku.

    Aku terbangun, mataku masih buram. Aku melihat ada seseorang di pintu. Siapa itu ? Dia memakai baju putih dengan... sepertinya itu pita biru ditengahnya. Mungkin itu Fauzi. Aku pun tidur kembali.

    Keesokan harinya, tanggal 25 Desember, aku lihat di jam di kamarku sudah menunjuk jam 5 pagi. Aku bangun dan menengok kearah Fauzi. Tapi aku kaget akan sesuatu. Bajunya.... kenapa bajunya ...? "Fauzi, bangun. Udah jam 5" ucapku. "Oh.. iya bentar" kata Fauzi yang masih terlihat mengantuk. "Fauzi, lu kemarin ngapain dipintu diem aja make baju putih ?" kataku. "Lu ngomong apa sih ? Gua punya baju putih aja nggak", katanya.

    Kalimatnya itu benar benar membuatku sangat kaget. Apa apaan itu. Aku bermimpi kah ? Tapi itu benar benar terasa nyata. Tidak mungkin.

    Kini kami sudah berkumpul di ruang tengah. Kulihat yang lain sudah disana kecuali aku dan Fauzi. Percakapan mereka... aku sedikit mendengar kata pintu, putih, perempuan, dan.... pita biru. Tidak. Ini pasti hanya kebetulan. "Eh, Icha sama Fauzi ayo sarapan. Biar nanti ga macet dija..." Preeengg !!! Suara Kintan terpotong dengan suara pecahan itu. Entah kenapa, gelas yang ada di meja itu jatuh dengan sendirinya.

    Kami mulai berjalan ke tujuan kami jam 9 pagi. Perjalanan di mobil, seperti biaaa benar benar ramai. Ini terlalu ramai. Tapi aku tetap merasa senang. Tiba tiba, "Aaaaaaaaaaaa" Suara kintan dengan teriakannya itu membuat kami beryanya tanya. Kintan seharusnya menyetir mobil, tapi.... kini ia tidak bisa melakukannya. Kami berusaha menenangkannya. Lalu aku melihat kedepan. Wanita itu....

    Kini semuanya benar benar gelap.

    Aku terbangun, ini dirumah. Jam berapa ini ? Oh sudah jam setengah enam. Dan ini tanggal...... 25 Desember.

    ---------------------------------------------------
    ada yang aneh ?

Pertanyaan Lainnya