Tuliskan 3 kalimat kaliamt pujian dan kritik pada puosi doa chariati anwar
B. Indonesia
Fehalsta2401
Pertanyaan
Tuliskan 3 kalimat kaliamt pujian dan kritik pada puosi doa chariati anwar
1 Jawaban
-
1. Jawaban shafakrn123
seperti kalimat terakhir tetap mencerminkan rasa hampa dan juga rasa syukur yang tidak diakui.
Puisi “Doa” karya Chairil Anwar mengungkapkan tema ketuhanan. Hal ini dapat kita rasakan dari beberapa bukti. Pertama, diksi yang digunakan adalah kata-kata ketuhanan. Kata doa yang digunakan sebagai judul menggambarkan sebuah permohonan atau komunikasi seorang penyair dengan sang pencipta. Kata-kata lain yang mendukung tema adalah : Tuhanku, nama-Mu, mengingat Kau, caya-Mu, dipintu-Mu. Kedua, dari segi isi puisi tersebut menggambarkan sebuah renungan dirinya yang menyadari tidak bisa terlepas dari Tuhan.
Dari cara penyair memaparkan isi hatinya, puisi “Doa” sangat tepat bila digolongkan pada aliran ekspresionisme, yaitu sebuah aliran yang menekankan segenap perasaan atau jiwanya. Perhatikan kutipan larik berikut :
1. Biar susah sungguh
Mengingat Kau penuh seluruh
2. Aku hilang bentuk
Remuk
3. Di pintumu aku mengetuk
Aku tidak bisa berpaling
Puisi yang bertemakan ketuhanan ini memang mengungkapkan dialog dirinya dengan Tuhan. Kata “Tuhan” yang disebutkan beberapa kali memperkuat bukti tersebut seolah-olah penyair sedang berbicara dengan Tuhan. Dengan menghayati puisi ini dapat mengingatkan kita akan adanya kuasa tuhan, terkadang manusia terlalu sibuk dengan urusan duniawi sehingga sering sekali banyak manusia yang berpaling dari tuhan.
2. Perasaan
Dalam puisi “Doa” gambaran perasaan penyair adalah perasaan terharu dan rindu. Perasaan tersebut tergambar dari diksi yang digunakan antara lain : termenung, menyebut nama-Mu, Aku hilang bentuk, remuk, Aku tak bisa berpaling. Penyair telah berhasil membius pembaca dengan menekankan segenap perasaan atau jiwanya
3. Nada
Puisi “Doa” mengandung nada khusyuk. Nada itu menciptakan suasana kesunyian dan kesendirian (hanya Tuhan yang ada di hadapan sang penyair). Penyair memberikan sebuah penyadaran pada para pembaca agar pembaca menyadari bahwa hidup ini tidak bisa berpaling dari ketentuan Tuhan.
4. Diksi
Untuk ketetapan pemilihan kata, penyair banyak menggunakan kata-kata yang bernada rapuh, bimbang dan ragu . Kata doa yang digunakan sebagai judul menggambarkan sebuah permohonan atau komunikasi seorang penyair dengan sang pencipta. Penyair seolah-olah ingin mengajak pembaca untuk memohon kepada Tuhan. Puisi sangat bagus dibaca karena dapat menyadarkan pembaca bahwa kita hidup didunia ini hanya sementara.
5. Citraan
A. Citraan cita rasa
Tuhanku/ aku hilang bentuk/ remuk/ Tuhanku/ aku mengembara di negeri asing/ Tuhanku/ di pintumu aku mengetuk/ aku tidak bisa berpaling. Dengan pengimajian teratur pembaca seakan ikut mengelus dada, menyadari dosa-dosanya. Kemudian pembaca merasa yakin bahwa hanya dengan mengikuti jalan Tuhanlah akan selamat.
B. Citraan penglihatan
Terdapat pada kata “tinggal kerdip lilin di kelam sunyi”. Dengan pengimajian tersebut penyair mengajak pembaca melihatseberkas cahaya kecil walaupun itu hanya sebuah perumpamaan.
C. Citraan pendengaran
Terdapat pada kata “aku masih menyebut namamu”. Dengan pengimajianasian tersebut penyair seolah-olah mengajak pembaca untuk mendengarkan pengucapan tokoh aku dalam menyebut Tuhannya.
D. Citra perabaan
Terdapat pada kata “cayaMu panas suci”. Dengan pengimajian tersebut penyair ingin menyampaikan pesan oleh tokoh aku kepada pembaca.
6. Gaya Bahasa
Dalam bahasa “Aku” penyair banyak menggunakan majas personifikasi terdapat pada “Tinggal kerdip lilin di kelam sunyi”. Puisi ini penuh dengan pesan moral. Puisis angkatan 45 ini memberi semangat dan keteduhan hati.puisi sangat bagus untuk dibaca karena puisi Doa ini memberikan pesan spiritual, religi sangat kuat, sehinggasangat cocok untuk edukasi siswa.
7. Kata Konkret
Pilihan kata yang digunakan Chairil Anwar sangat indah, karena kata-kata yang digunakan menggunakan kata-kata yang mudah dipahami. Selain itu penyusunan kata-katanya sangat tepat dan pemilihan untuk pembentukan sebuah puisi memperhatikan kesesuaian kata yang digunakan serta penyusunan antar kata sangat indah. Misalnya pada kata “termangu” untuk memperkonkret bahwa penyair sering ragu terhadap Tuhan.
10. Amanat
Sesuai dengan tema yang diangkatnya, puisi “Doa” ini berisi amanat kepada pembaca agar menghayati hidup dan selalu merasa dekat dengan Tuhan. Agar bisa melakukan amanat tersebut, pembaca bisa merenung (termenung) seperti yang dicontohkan penyair . Penyair juga mengingatkan pada hakikatnya hidup kita hanyalah sebuah “pengembaraan di negeri asing” yang suatu saat akan kembali juga. Hal ini dipertegas penyair pada bait terakhir sebagai berikut :
Tuhanku
Di pintuMu aku mengetuk
Aku tidak bisa berpaling
Dalam puisi Doa dapat terlihat sekali mengandung nilai spiritual yang tinggi.Puisi ini ditunjukkan kepada pemeluk teguh yang tak lain adalah orang yang berkeyakinan akan kebesaran tuhannya. Dalam pernyataan yang tersuram sekalipun