Uraikan pengertian korupsi,kolusi dan nepotisme serta berikan contoh nya
Sosiologi
Ochifera2347
Pertanyaan
Uraikan pengertian korupsi,kolusi dan nepotisme serta berikan contoh nya
1 Jawaban
-
1. Jawaban Agustinusgnm
1. Korupsi dalam bahasa Latin disebut corruptio dari kata kerja corrumpere yang memiliki banyak makna seperti busuk, merusak, menggoyahkan, memutarbalik, menyuap Korupsi sendiri adalah suatu tindakan pejabat publik, baik politisi, pegawai negeri, yang menyalahgunakan kekuasaannya mengambil atau mengakali hak milik orang lain demi kepentingannya sepihak sehingga dapat merugikan banyak kalangan masyarakat Dari sudut pandang hukum, tindak pidana korupsi secara garis besar terdiri dari beberapa unsur berikut :*.perbuatan melawan hukum, *.penyalahgunaan kewenangan, kesempatan, atau sarana, *.memperkaya diri sendiri, orang lain, atau korporasi*.merugikan keuangan negaraatau perekonomian negara. *.memberi atau menerima hadiah atau janji (penyuapan), *.penggelapan dalam jabatan,*.pemerasan dalam jabatan, *.ikut serta dalam pengadaan*.menerima gratifikasiDalam arti yang luas, korupsi adalah penyalahgunaan jabatan atau kekuasaan resmi untuk keuntungan pribadinya sendiri.
2.Kolusi adalah suatu perbuatan yang tidak jujur atau kecurangan dalam melakukan kesepakatan khusus secara diam-diam atau tersembunyi dengan melakukan penyuapan sebagai pelancar atau pelicin agar segala urusannya bisa berjalan lancar tanpa hambatan.Contoh dari kolusi :*.Penyuapan agar diterima menjadi PNS *.Penyuapan dalam mencuci nilai rapor sekolah*.Penyuapan agar diterima di sekolah negeri favorit.
3.Nepotisme berasal dari kata Latin nepos, yang memiliki arti "keponakan" atau "cucu".Jadi , jika disimpulkan Nepotisme adalah sikap plihkasih dengan lebih mementingkan anak, kerabat, atau orang terdekat dalam segala urusan sehingga tidak memandang nilai atau kemampuan seseorang yang tidak dekat dengannya .Biasanya nepotisme identik dengan orang-orang besar seperti penjabat, direktur, dan sebagainya.Contoh dari Nepotisme :*.Seorang Gubernur mengangkat semua anggota keluarganya menjadi penjabat pemerintahan di provinsi yang dipimpinnya , sehinggatdak menilai para orang yang lebih layak berda di posisi itu.